• test

Selamat Datang di Website SD PLUS MUTIARA INSANI. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SD PLUS MUTIARA INSANI

NPSN : 69952756

Jl.Ipik Gandamana No.001 RT.001/001 Kel.Munjul Jaya Kec/Kab.Purwakarta 41117


info@sekolahparajuara.sch.id

TLP : (0264) 8225324


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 63067
Pengunjung : 31944
Hari ini : 31
Hits hari ini : 130
Member Online : 0
IP : 44.200.25.51
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Pahlawan Asal Kabupaten Purwakarta




Kabupaten Purwakarta adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa BaratIndonesia. Ibu kota Kabupaten Purwakarta terletak di Kec. Purwakarta dan berjarak kurang lebih 80 km sebelah tenggara JakartaPurwakarta dikenal sebagai tempat kelahiran beberapa negarawan dan pemimpin besar asal Jawa Barat di masa awal pendirian Republik Indonesia. Diantaranya adalah  Ipik GandamanaIpik Gandamana lahir di Purwakarta Provinsi Jawa Barat pada tanggal 30 November 1906 dan Wafat pada tanggal 22 Juni 2005 usia 99 tahun. Ipik Gandamana merupakan gubernur Jawa Barat periode tahun 1956-1959. Ipik gandamana dibesarkan di Banten. Perjalanan karier kedinasannya berawal sebagai CA (candidate ambtenar) pada zaman pendudukan Jepang dan ditempatkan di Bogor selama dua tahun, Kemudian menjadi Mantri Polisi di Cikijing, menjadi Mantri Kabupaten Jakarta tahun 1931. Patih Bogor tahun 1946, Bupati Bogor 1948-1949 merangkap Bupati Lebak serta menjadi Gubernur Jawa Barat (1956-1960). Meskipun lahir di Purwakarta, Ipik Gandamana menjalani masa kecil hingga dewasa di Banten. Pendidikan yang pernah ditempuhnya mulai dari ELS, MULO, OSVIA A & B dan setelah menyelesaikan studinya, aktif di lingkungan kepamongprajaan. Perjalanan kariernya dimulai saat menjadi Candidat Ambtenar (AB) pada zaman Jepang serta ditempatkan di Bogor selama kurang lebih 2 tahun, kemudian diangkat menjadi Mantri Polisi Cikijing, serta pada tahun 1931 menjadi Mantri Kabupaten Jakarta. Pada tahun 1938 diangkat menjadi Sekretariat II Kabupaten Ciamis, kemudian pada tahun 1942 menjadi Camat Cibeureum Tasikmalaya sampai akhirnya diangkat menjadi Patih Bogor pada tahun 1946. Karena menolak bergabung dengan pemerintahan Belanda/Recomba, pada tanggal 14 Agustus 1947 keluar besluit dari Presiden HTB Bogor Nomor 305 yang memerintahkan Ipik Gandamana dibuang ke pengasingan ke wilajah Jasinga. Saat dalam pengasingan tersebut, Ipik Gandamana menerima tugas dari Pemerintah RI untuk menyusun pemerintah Kabupaten Bogor Darurat yang berpusat di Jasinga selanjutnya Ipik Gandamana ditetapkan menjadi Bupati Bogor, kemudian diangkat oleh Wakil Gubernur Jawa Barat untuk merangkap sebagai Bupati Lebak. Setelah pembentukan Kabupaten Bogor Darurat, berdasarkan keputusan Gubernur Militer Jawa Barat, Ipik Gandamana dip erbantukan di KMD IV/DJ.B selaku Kepala Staf Sipil Kepresidenan Bogor yang selanjutnya ditetapkan menjadi Presiden Bogor. Ipik Gandamana akhirnya ditunjuk oleh pemerintah sebagai Gubernur Jawa Barat ke - 8 pada 1 Juli 1956 mengakhiri lowongnya jabatan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat sehubungan dengan masuknya Sanusi Hardjadinata sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Juanda pada April 1956. Ipik Gandamana menjabat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke - 14 pada tahun 1959-1964.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas