
Inovasi Pendidikan Islam: Founder Sekolah Para Juara Luncurkan “JUARA Learning Models”
Sintang – Inovasi baru lahir dari dunia pendidikan Islam. Founder Darul Fikri Islamic Boarding School & Para Juara Islamic School, Dr. Muhammad Muhajir, M.Pd.I., meluncurkan sebuah terobosan sistem pendidikan bernama JUARA Learning Models, sebuah model pembelajaran yang dirancang untuk membentuk generasi berkarakter kuat, berjiwa pemimpin, dan berakhlak Islami.
Model pembelajaran ini dikembangkan sebagai jawaban atas tantangan pendidikan masa kini yang tidak cukup hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan integrasi antara ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Muhajir menjelaskan bahwa JUARA Learning Models dirancang untuk menghadirkan proses pendidikan yang lebih bermakna bagi para santri, dengan menjadikan pembelajaran sebagai perjalanan pembentukan diri.
“Kami ingin pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang pintar, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki akhlak, kepemimpinan, dan keberanian untuk memberi kontribusi bagi umat,” ujar Muhajir.
JUARA Learning Models merupakan akronim dari lima pendekatan pembelajaran yang saling terintegrasi, yaitu Journey Based Learning, Ulul Albab Thinking, Amal & Action Learning, Responsible Leadership Learning, serta Akhlak Integrated Learning.
Pendekatan Journey Based Learning menempatkan proses belajar sebagai sebuah perjalanan pengalaman. Santri diajak memahami bahwa keberhasilan lahir dari proses mencoba, belajar dari kegagalan, memperbaiki diri, hingga akhirnya mencapai keberhasilan.
Sementara itu, konsep Ulul Albab Thinking mengintegrasikan akal, iman, dan tadabbur Al-Qur’an dalam proses berpikir. Ilmu pengetahuan tidak dipelajari secara terpisah dari nilai-nilai spiritual, melainkan dikaitkan dengan fenomena alam dan ayat-ayat kauniyah.
Dalam pendekatan Amal & Action Learning, ilmu yang dipelajari harus melahirkan tindakan nyata. Para santri dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti proyek sosial, kewirausahaan santri, hingga program eco pesantren yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, melalui Responsible Leadership Learning, santri dilatih untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan sejak dini. Mereka diberi kesempatan memimpin proyek, mengelola organisasi santri, hingga berlatih mengambil keputusan melalui musyawarah.
Seluruh proses pembelajaran tersebut dipadukan dengan Akhlak Integrated Learning, yakni integrasi pembinaan akhlak dan adab dalam setiap aktivitas pendidikan.
Pengembangan JUARA Learning Models menjadi langkah strategis bagi Para Juara Islamic Boarding School dalam menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya modern, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai Islam.
Melalui model pembelajaran ini, Muhajir berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami ingin melahirkan generasi juara—bukan hanya juara di kelas, tetapi juara dalam akhlak, kepemimpinan, dan kontribusi bagi umat,” tegasnya.
Dengan konsep yang memadukan pembelajaran berbasis pengalaman, integrasi ilmu dan iman, serta praktik nyata di masyarakat, JUARA Learning Models diharapkan menjadi inspirasi baru dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih relevan dengan tantangan masa depan. (bgmoeh)